Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, berbagai tawaran penanaman modal kerap bermunculan, baik melalui media sosial, pesan singkat, hingga ajakan langsung dari kerabat. Sayangnya, tidak semua tawaran investasi tersebut bersifat legal dan transparan. Salah satu bentuk penipuan yang paling merugikan adalah investasi terselubung, yakni skema penanaman modal yang dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat sah dan menjanjikan, padahal mengandung unsur penipuan atau ilegalitas.

Investasi terselubung bisa menyebabkan kerugian finansial besar bagi para korban. Tidak hanya dari sisi nominal uang yang hilang, dampaknya bisa menjalar ke aspek sosial, psikologis, bahkan hukum.

Apa Itu Investasi Terselubung?

Secara sederhana, investasi terselubung adalah kegiatan pengumpulan dana dari masyarakat yang dibungkus dengan kedok usaha atau bisnis tertentu, namun tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Dalam banyak kasus, pelaku menutupi maksud sebenarnya dari kegiatan tersebut dan mengelabui korban dengan janji manis berupa imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.

Skema ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Penawaran bisnis online dengan sistem afiliasi yang sebenarnya piramida.

  • Investasi properti fiktif dengan iming-iming sertifikat yang tak kunjung datang.

  • Perdagangan aset digital tanpa izin, seperti kripto atau forex ilegal.

  • Koperasi simpan pinjam yang menghimpun dana tanpa kegiatan usaha riil.

Modus yang Digunakan

Para pelaku investasi terselubung biasanya sangat piawai dalam meyakinkan korban. Mereka memanfaatkan celah kurangnya literasi keuangan masyarakat dan memadukannya dengan citra profesional serta testimoni yang tampak meyakinkan. Beberapa ciri umum yang sering dijumpai pada skema ini meliputi:

  1. Janji keuntungan tinggi dan pasti
    Misalnya, menjanjikan pengembalian dana 30% per bulan tanpa risiko. Dalam dunia investasi yang sah, hal ini sangat tidak realistis.

  2. Sistem rujukan atau bonus anggota baru
    Investasi jenis ini kerap menyertakan skema MLM atau referral yang justru menjurus ke piramida, di mana keuntungan lama bergantung pada dana anggota baru.

  3. Tidak jelas badan hukum atau izinnya
    Banyak pelaku yang mengklaim sudah terdaftar di OJK atau Bappebti, padahal faktanya tidak memiliki izin resmi.

  4. Berkedok kegiatan sosial atau keagamaan
    Misalnya, penipuan berkedok wakaf produktif atau investasi syariah palsu yang menjual nilai-nilai religius demi meraup keuntungan.

Dampak Finansial dan Psikologis

Korban investasi terselubung bisa mengalami kerugian mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah, tergantung jumlah dana yang disetorkan. Yang lebih memprihatinkan, banyak korban yang menjual aset berharga, meminjam uang, atau bahkan menggadaikan harta demi ikut serta karena tergiur janji keuntungan besar.

Tak hanya itu, dampak psikologis seperti stres, trauma, depresi, hingga kehilangan kepercayaan diri sering dialami oleh korban. Hubungan sosial pun bisa rusak, terutama jika investasi itu melibatkan keluarga atau teman dekat sebagai perekrut.

Pencegahan: Apa yang Bisa Dilakukan?

Untuk menghindari menjadi korban investasi terselubung, masyarakat perlu lebih waspada dan cermat. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Selalu cek legalitas perusahaan atau entitas investasi melalui situs resmi OJK (www.ojk.go.id) atau Bappebti (www.bappebti.go.id).

  • Jangan mudah tergiur imbal hasil tinggi yang tidak masuk akal. Ingat, dalam investasi berlaku prinsip “high risk, high return”.

  • Konsultasikan rencana investasi kepada pihak terpercaya, seperti penasihat keuangan atau ahli hukum.

  • Tingkatkan literasi keuangan, baik melalui pelatihan, seminar, maupun membaca sumber edukatif yang kredibel.

Investasi terselubung adalah ancaman nyata bagi keamanan finansial masyarakat. Dengan semakin canggihnya modus penipuan, dibutuhkan kewaspadaan ekstra dan edukasi keuangan yang memadai agar tidak terjebak dalam jerat investasi ilegal. Jangan sampai keinginan untuk cepat untung malah berujung pada kehilangan seluruh harta.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *